MASALAH KESUBURAN TANAH
Pada hari Sabtu tanggal 7 November 2020, telah dilakukan praktikum KPKT acara 5 problematika kesuburan tanah di sekitar, yaitu dengan melakukan wawancara terhadap petani. Petani yang saya wawancarai bernama Ibu Jumiatin yang menjadikan bertani sebagai pekerjaan pokok. Ibu Jumiatin lebih memilih mengusahakan lahannya untuk ditanami padi. Oryza sativa L. dapat dianggap sebagai salah satu biji-bijian terpenting karena dikonsumsi oleh separuh populasi dunia. Di Asia khususnya beras merupakan komponen dasar dari makanan sehari-hari menempati salah satu posisi teratas komoditas dengan produksi dunia tertinggi (Lemus et al., 2014).
Intensifnya penggunaan lahan tanpa adanya pergiliran tanaman dapat menyebabkan terkurasnya unsur hara esensial dari dalam tanah pada saat panen dan kesuburan tanah akan menurun secara terus menerus. Menurunnya kesuburan tanah dapat menjadi faktor utama yang mempengaruhi produktivitas tanah, sehingga penambahan unsur hara dalam tanah melalui proses pemupukan sangat penting dilakukan agar diperoleh produksi pertanian yang menguntungkan. Evaluasi status kesuburan untuk menilai dan memantau kesuburan tanah sangat penting dilakukan agar dapat mengetahui unsur hara yang menjadi kendala bagi tanaman. (Pinatih et al., 2015). Ibu Jumiatin menggunakan 2 pupuk yaitu organik dan anorganik. Pupuk organik yang digunakan yaitu pupuk kandang, sedangkan pupuk anorganik yang digunakan yaitu phonska dan urea. Beliau mengaplikasikan pupuk setelah 1 minggu masa tanam.
Ibu Jumiatin bersama suaminya melakukan pengolahan lahan secara maximum tillage, yaitu dengan menggunakan traktor dan cangkul. Setelah padi disemai, kemudian ditanam dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Padi akan dipanen ketika sudah 3 bulan ditanam atau 90 hari. Produktivitas lahan pertanian milik beliau tergolong baik. Dalam pengusahaan lahannya Ibu Jumiatin menerapkan pertanaman monokultur, dengan pola pertanaman padi-padi-padi. Menurut Mudjiono (2013) konsentrasi spesies tanaman tunggal di areal yang luas dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan kenampakan tanaman ke serangga hama dan banyaknya spesies hama yang berkoloni. Penanaman tanaman secara monokultur dapat mengurangi tersedianya vegetasi alami yang merupakan daerah bagi musuh alami. Oleh karena itu dapat terjadi ledakan populasi hama tanaman.
Dari segi kesuburan tanah, Ibu Jumiatin hanya menghadapi sedikit kekurangan air saat musim kemarau. Kekeringan dapat mempengaruhi produksi pangan. Dengan adanya perubahan iklim, masalah ini dapat diperparah sehingga air harus digunakan secara efisien. Tanah dapat berperan penting dalam produksi padi berkaitan dengan produktivitas air. Tekstur tanah dapat mempengaruhi kapasitas air tersedia tanah. Biasanya, tanah lempung mengandung lebih banyak bahan organik daripada tanah berpasir (Dou et al., 2016). Tanah pada lahan Ibu Jumiatin memiliki tekstur lempung liat berpasir dengan struktur gumpal membulat dan memiliki warna tanah coklat kehitaman. Kehilangan bahan organik ditambah dengan pemadatan tanah dapat secara signifikan akan mengurangi hasil panen. Tanah juga mempengaruhi pertumbuhan akar tanaman, organ utama dalam pengambilan air. Secara khusus, tekstur dan struktur tanah dapat mempengaruhi produksi akar. Biasanya, akar yang lebih besar memiliki potensi perpanjangan yang lebih besar dan karena itu dapat meningkatkan serapan air dan hara yang lebih baik, serta produksi akar secara keseluruhan. Pertumbuhan akar pada kultivar yang sama dapat bervariasi sesuai tekstur tanah (Dou et al., 2016). Beliau mengatakan bahwa permasalahan yang paling mengganggu adalah banyaknya hama. Hama yang menyerang padi beliau adalah wereng, ulat, siput, dan tikus.
- Dokumentasi
Daftar Pustaka
Dou, F., J. Soriano, R. E. Tabien, and K. Chen. 2016. Soil
texture and cultivar effects on rice (Oryza
sativa, L.) grain yield, yield components and water productivity in three
water regimes. Plos One 11(3):1-12
Lemus, C., A. Angelis, M. Halabalaki, and A. L. Skaltsounis.
2014. γ-Oryzanol: An attractive bioactive component from rice bran. In Wheat and Rice in Disease Prevention and
Health (pp. 409-430). Academic Press.
Mudjiono,
G. 2013. Pengelolaan Hama Terpadu. UB Press, Malang.
Pinatih, I. D. A. S. P., T. B. Kusmiyarti, dan K. D. Susila.
2015. Evaluasi status kesuburan tanah pada lahan pertanian di Kecamatan
Denpasar Selatan. Jurnal
Agroekoteknologi Tropika 4(4):282-292.

























