Selasa, 01 Desember 2020

Mengenal Pupuk - Aya Shofiya A (18/4330437/PN/15754)-A5

 

JENIS-JENIS PUPUK DI INDONESIA

Pupuk adalah bahan kimia atau organisme yang berperan dalam penyediaan unsur hara bagi keperluan tanaman secara langsung atau tidak langsung. Pupuk anorganik adalah pupuk hasil proses rekayasa secara kimia, fisik dan atau biologis, dan merupakan hasil industri. Sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Dengan perkembangan jaman, banyak ditemukan berbagai permasalahan akibat kesalahan manajemen di lahan pertanian yaitu pencemaran oleh pupuk kimia dan pestisida kimia. Penggunaan pupuk anorganik (N,P,K) secara terus-menerus dan berlebihan menyebabkan tanah menjadi keras dan produktivitasnya menurun. Unsur K dalam pupuk anorganik (N,P,K)  merupakan salah satu unsur hara yang mudah tercuci, sehingga tanah akan kekurangan unsur K yang dapat menurunkan kesuburan tanah. Pemakaian pupuk buatan (anorganik) oleh petani di Indonesia sangat dominan untuk meningkatkan hasil pertanian secara nyata dan cepat. Sebaliknya petani hampir melupakan pupuk organik karena responnya yang lambat dalam meningkatkan hasil (Dharmayanti et al., 2013). Akibat pemakaian bahan – bahan tersebut secara berlebihan juga akan berdampak terhadap kesehatan manusia akibat tercemarnya bahan–bahan sintesis. Usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah dengan melakukan pemupukan menggunakan pupuk organik. Kandungan unsur hara dalam pupuk kandang tidak terlalu tinggi, tetapi jenis pupuk ini mempunyai lain yaitu dapat memperbaiki sifat – sifat fisik tanah seperti permeabilitas tanah, porositas tanah, struktur tanah, daya menahan air dan kation – kation tanah (Roidah, 2013). Beberapa contoh pupuk dan spesifikasinya adalah sebagai berikut


1.     Pupuk NPK Phonska


Spesifikasi

  • Kadar N (Nitrogen)  : 15%
  • Kadar P2O5 (Fosfat) : 15%
  • Kadar  K (Kalium)   : 15%
  • Kadar S (Sulfur)      : 10%
  • Bentuk : granul
  • Larut dalam air
  • Berwarna merah muda
  • Dikemas dalam kantong dengan isi 50 kg

2.    Pupuk ZA

Spesifikasi

  • Kadar Nitrogen minimal 20,8%
  • Kadar belerang minimal 23,8%
  • Kadar air maksimal 1%
  • Kadar Asam Bebas sebagai H2SO4 maksimal 0,1%
  • Berbentuk kristal
  • Tidak higroskopis
  • Mudah larut dalam air
  • Warna Produk non subsidi : putih
  • Warna Produk bersubsidi :merah muda
  • Dikemas dalam kantong bercap Kerbau Emas dengan isi 50 kg

3.      Pupuk Urea

Spesifikasi
  • Kadar air maksimal 0,50%
  • Kadar Biuret maksimal 1%
  • Kadar Nitrogen minimal 46%
  • Bentuk butiran tidak berdebu
  • Warna putih (non subsidi)
  • Warna pink untuk Urea Bersubsidi
  • Higroskopis
  • Mudah larut dalam air
  • Dikemas dalam kantong dengan isi 50 kg 

4.      Pupuk ZK

          


Spesifikasi 
  • Kadar kalium K20 : 50%
  • Kadar Sulfur : 17%
  • Bentuk : Serbuk
  • Warna : Putih
  • Kelarutan dalam Air : 9,205gr/100ml H2O
  • Dikemas dalam kantong dengan isi 50 kg 

5.       Pupuk SP 36

Spesifikasi
  • Kadar P2O5 total minimal 36%
  • Kadar P2O5 larut Asam Sitrat minimal 34%
  • Kadar P2O5 larut dalam air minimal 30%
  • Kadar air maksimal 5%
  • Kadar Asam Bebas sebagai H3PO4 maksimal 6%
  • Bentuk butiran
  • Warna abu-abu
  • Tidak higroskopis
  • Mudah larut dalam air
  • Dikemas dalam kantong bercap Kerbau Emas dengan isi 50 kg

6.       NPK Pelangi (Non-Subsidi)

Spesifikasi

  •  Mengandung Nitrogen (N) sebesar 12%, Fosfat (P2O5) sebesar 12%, Kalium (K2O): 17%, dan Magnesium (Mg) sebesar 2%
  • Berwarna-warni
  • Berbentuk blending
  • Dikemas dalam kantong dengan isi 50 kg.
  • Tidak terdapat tulisan “Pupuk Bersubsidi Pemerintah”.
  • Dipasarkan dan dijual dengan merk dagang Pupuk NPK Pelangi
  • Dikemas dengan kantong berwarna kecoklatan dengan logo PT. Pupuk Kalimantan Timur

7.      Pupuk KCL

Spesifikasi

  • Kadar K2O : 60%
  • Warna : Merah / Putih
  • Bentuk : Kristal
  • Sifat : Larut dalam air
  • Dikemas dalam kantong bercap Kerbau Emas dengan isi 50 kg

8.      Pupuk Phonska Oca

 


 

Spesifikasi

  •        pH : 4 – 9

  • Mudah larut dalam air dan ramah lingkungan.

  • Tanpa residu.

  • Dikemas dalam botol ukuran 1 liter

Unsur Mikro

  • Fe total : 90 - 900 ppm
  • Mn total : 250 - 5000 ppm
  • Cu total : 250 - 5000 ppm
  • Zn total : 250 - 5000 ppm
  • B total : 125 - 2500 ppm
  • Co total : 5 - 20 ppm
  • Mo total : 2 - 10 ppm

Unsur Makro

  • N : 3 - 6 %
  • P2O5 : 3 - 6 %
  • K2O : 3 - 6 % 
  • Kadar C-Organik : min 6%

Unsur Tambahan

  •      Si total : Minimal 200 ppm
  •      Mg total : Minimal 200 ppm

9.      Pupuk Organik Petroganik

Spesifikasi

  •       C-organik : Minimal 15%
  •            C/N : ratio 15 - 25
  •            Kadar air : Maksimal 8-20% (kadar air rendah)
  •            pH : 4 - 9
  •            Warna : Coklat kehitaman
  •            Bentuk : Granul
  •            Dikemas dalam kantong kedap air 40kg

 

10.  Bioripah

Pupuk yang dilengkapi dengan mikroorganisme bermanfaat untuk tanah. Penambahan Bioripah mampu mengefisiensikan penyerapan pupuk kimia  yang ditambahkan ke dalam tanah.

Spesifikasi

  •            Komposisi : Bacillus sp., Ochrobactrum sp., Alcaligenes sp
  •            Bentuk  : Cair
  •            Dikemas dalam botol

 

11.  Pupuk Nutremag

 


 

Mengandung unsur mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman sehingga  walaupun digunakan dalam dosis yang rendah, mampu meningkatkan produktivitas  tanaman. Cocok untuk digunakan di tanah masam.

Spesifikasi

·         Kadar Zinc 17%, 
·         Kadar Boron 0,01%
·         Kadar Cooper 3%
·         Kadar Manganese 0,6%
·         Bentuk  : Granul
·         Warna : Putih keabuan

  ·         Dikemas dalam kantong plastik dengan berat 1kg

12.  Pupuk Rock Phospate

Spesifikasi

  • Kadar P2O5 : min. 28%
  • Kadar P2O5 larut asam sitrat: 14%
  • Kadar CaO : 46%
  • Kadar air : maks. 2%
  • Warna : kuning abu-abu
  • Bentuk : Tepung
  • Kemasan : karung plastik dengan berat 50 kg

 

13.  Pupuk Hayati Ecofert


 

Ecofert adalah pupuk hayati produksi Pupuk Kaltim yang mampu meningkatkan efesiensi pemupukan sehingga dapat menghemat pupuk NPK hingga 25% dari dosis standar dengan pemakaian Ecofert dosis 20-40 kh/ha saat pengolahan tanah. 

Spesifikasi

Ecofert mengandung bahan aktif 
·        Bacillus subtilis,
·        B. flexus,
·        Pseudomonas mendocina, 
·        Aspergillus niger. Ecofert
Berbentuk granul
Tersedia variasi kemasan 1 kg, 5 kg, dan 20 kg

14.  Biotara

Biotara adalah Pupuk Hayati yang adaptif dengan tanah masam lahan rawa, sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman di tanah masam lahan rawa.

Spesifikasi

Biotara mengandung bahan aktif 
·         Trichoderma sp.
·         Bacillus sp, 
·         Azospirillum sp.
Berbentuk serbuk
Berwarna kehitaman,
Variasi kemasan: 2,5 kg dan 12,5 kg.

15.     Pupuk hayati Petro Bio Fertil

Spesifikasi

·           Bahan Aktif :
-Mikroba penambat N dan penghasil zat pengatur  tumbuh (ZPT)
-Mikroba pelarut fosfat.
-Mikroba perombak bahan organik.
·           Bahan Pembawa : Mineral dan bahan organik
·           Warna : Kecoklatan
·           Bentuk : Granul
·           Tersedia dalam kemasan: 2kg, 5kg, dan 10kg
·           Masa simpan : 1 tahun



Daftar Pustaka

Dharmayanti, N. K. S., A. N. Supadma, dan I. D. M. Arthagama. 2013. Pengaruh pemberian biourine dan dosis pupuk anorganik (N, P, K) terhadap beberapa sifat kimia tanah Pegok dan hasil tanaman bayam (Amaranthus sp.). E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika 2(3), 165-174.

PT. Petrokimia Gresik. 2019. Produk. https://petrokimia-gresik.com/product-category/pupuk. Diakses pada 25 Oktober 2020.

PT. Pupuk Indonesia. 2016. Produk. https://www.pupuk-indonesia.com/id/produk#produk-pupuk.  Diakses pada 25 Oktober 2020.

PT. Pupuk Kaltim. 2017. Pupuk Hayati. https://www.pupukkaltim.com/id/produk-distribusi-tentang-produk#tentang-produk-pupuk-hayati. Diakses pada 25 Oktober 2020.

PT. Pupuk Sriwidjaja. 2013. Produk Retail. http://www.pusri.co.id/ina/produk-produk-retail/. Diakses pada 25 Oktober 2020.

Roidah, I. S. 2013. Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Bonorowo 1(1):30-43.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problematika Kesuburan Tanah di Sekitar- Aya Shofiya A (18/4330437/PN/15754)-A5

                                                       MASALAH KESUBURAN TANAH                    Pada hari Sabtu tanggal 7 November 2020, t...