UJI
KESUBURAN TANAH
Kesuburan
tanah merupakan potensi tanah dalam
menyediakan cukup unsur hara dalam bentuk yang tersedia dan seimbang untuk
menjamin pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimum. Tanah memiliki tingkat
kesuburan yang berbeda-beda, sehingga pengelolaan tanah secara tepat merupakan
faktor penting dalam menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman. Evaluasi
kesuburan tanah adalah proses penilaian mengenai masalah yang berkaitan dengan
keharaan tanah dan pembuatan rekomendasi pemupukan. Kebutuhan unsur hara oleh
tanaman yang digunakan untuk pertumbuhan dan produksinya bergantung pada
kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara bagi tanaman dan tidak selalu
dapat terpenuhi. Penilaian evaluasi status kesuburan tanah dapat dilakukan
melalui pendekatan uji tanah. Penilaian dengan menggunakan metode ini relatif
lebih akurat dan cepat. Pengukuran sifat-sifat kimia tanah sebagai parameter
kesuburan tanah kemudian ditetapkan dalam kriteria kesuburan tanah (Pinatih et al., 2015).
Pada
hari Sabtu, 7 November 2020 telah dilaksanakan praktikum KPKT acara 1 Uji
Kesuburan Tanah secara mandiri di Desa Sedayu, Kecamatan Arjosari, Kabupaten
Pacitan yaitu dengan metode wawancara terhadap petani. Saya mewawancarai salah
satu petani di Desa Sedayu yang bernama Jumiatin. Komoditas yang diusahakan
adalah tanaman padi (Oryza sativa). Beliau mengatakan belum pernah
melakukan pengujian terhadap tanah pada lahan yang digarap. Hal ini karena
kurangnya pengetahuan dan alat yang diperlukan untuk pengujian tanah. Sedangkan
dalam pengolahan tanah, beliau dan suami menggunakan cangkul dan traktor.
Tanah
pada lahan sawah milik Ibu Jumiatin cukup subur dan terdapat pengairan yang
cukup, sehingga produktivitas juga lumayan tinggi sekitar 0.5 kg/m2.
Mikroorganisme tanah dianggap sebagai indikator penting dalam penentun kualitas
tanah. Dalam sistem tanam, mikroorganisme tanah sangat dipengaruhi oleh
pengelolaan tanaman, termasuk pemberian pupuk. Perbedaan iklim dan ketersediaan
oksigen tanah akan mempengaruhi respon yang lebih kuat dari mikroorganisme
tanah terhadap masukan pupuk mineral dalam sistem padi sawah (Geisseler et al., 2017). Untuk menjaga kesuburan
tanah dan tanamannya, Ibu Jumiatin menggunakan pupuk organik dan anorganik,
yaitu pupuk kandang, urea, dan ponska. Beliau mengaplikasikan pupuk ketika 1
minggu setelah tanam. Penggunaan pupuk kimia dalam bertani akan memberikan
hasil panen yang meningkat. Namun, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus
pupuk anorganik tanpa tambahan bahan organik secara memadai pada lahan
pertanian akan menurunkan kesuburan tanah. Pupuk kimia memiliki beberapa
keunggulan yaitu pemberiannya dapat terukur dengan tepat, kebutuhan hara
tanaman dapat terpenuhi dengan perbandingan yang tepat dan tersedia dalam
jumlah yang cukup. Sedangkan kelemahan dari pupuk anorganik yaitu hanya
memiliki kandungan unsur hara makro (Kaleka, 2020).
Ibu Jumiatin biasanya mendapatkan penyuluhan mengenai pertanian dari dinas pertanian melalui kelompok tani. Pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh ditentukan oleh sumber daya manusia yang berada di dalamnya. Apabila sumber daya manusia memiliki motivasi tinggi, kreativitas, dan mampu mengembangkan inovasi, maka pembangunan pertanian dapat dipastikan semakin baik. Penyuluhan dilakukan untuk mengubah atau meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sesuai dengan perubahan indikator penilaian kelas kemampuan kelompok, maka penyuluh dituntut untuk meningkatkan profesionalisme sebagai petugas dengan memperkaya pengetahuan untuk mengimbangi teknologi yang sedang berkembang (Sukino, 2016).
Dokumentasi
Daftar
Pustaka
Geisseler, D., B. A. Linquist, and P. A. Lazicki. 2017.
Effect of fertilization on soil microorganisms in paddy rice systems–A
meta-analysis. Soil Biology and
Biochemistry 115:452-460.
Kaleka, N. 2020. Pintar Membuat Kompos dari Sampah Rumah
Tangga & Limbah Pertanian/Peternakan. Pustaka Baru, Yogyakarta.
Pinatih, I. D. A. S. P., T. B. Kusmiyarti, dan K. D. Susila.
2015. Evaluasi status kesuburan tanah pada lahan pertanian di Kecamatan Denpasar
Selatan. Jurnal Agroekoteknologi
Tropika 4(4):282-292.
Sukino. 2016. Membangun Pertanian dengan Pemberdayaan
Masyarakat Tani. Pustaka Baru, Yogyakarta.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar